Monday, December 24, 2012

filosofi kehidupan dan keidiotan

Monday, December 24, 2012 0

URIPMU LE…
BY Heru Prasetiyo


Dear YOU-KNOW-WHO..

“Saat kulihat butiran salju turun dari langit mengiringi pagiku; begitu indahnya, putih, bersih, cantik seperti dirimu yang dulu memenuhi hariku. I miss u. Telah sekian lama ku tak jumpa dirimu, tidak pula kudengar lirih suaramu. Hidup ini terasa hambar. Ingin rasanya kupeluk dirimu ketika diriku kembali dari perjalanan panjang ini. Tak sabar kunanti hari itu, hari dimana semua perasaan ini kan tercurah, terucapkannya semua isi hati, Mboke” –thedreamer;23/12/12-

Salam! Yup sekian lama ku tak menyentuh blog ini. Hahaha.. ingin rasanya kubagikan cerita pengalaman yang telah kulalui di Turki dan sekitarnya. Banyak hal yang telah kulalui semasa hidupku; susah, senang, hambar, konyol, idiot, dsb. Tentu saja semua perjuangan itu membuat diriku makin kuat, bijaksana, dewasa, imut, ganteng, rajin menabung dan tidak sombong tentunya. Cuman mau sharing aja; KULIAH ITU SUSAH…

…..Diceritakan seorang idiot kuliah di universitas ternama di suatu negri antah berantah. Dengan modal nekat dan ilmu pas2an si idiot berhasil mendapatkan jurusan yang diinginkan pilihan kedua yaitu jurusan keidiotan. Si idiot dengan senangnya diterima, ia lupa akan tugasnya sebagai mahasiswa, ngenet, belajar maksudnya. Tiap hari dia ngenet pake wifi campus yang notabene gratis 15 jam. Dia juga malas2an masuk kelas, atau kalo masukpun di dalam kelas cuman ngenet pake hape, bukak fb, twitty, yutup dkk. Apa yang terjadi dengan si idiot??? Dia menjadi IDIOT kuadart… tapi si idiot ini beruntung sekali, ternyata eh ternyata dia dapet beasiswa penuh dan uang saku tiap bulan dari pemerintah yang gak terlalu idiot. Eman2 banget ya. Haripun berlalu. Saatnya UTS 1 dan 2. Si idiot ini sangat antusias berharap mendapatkan nilai yang bagus dia mulai belajar. Dia mulai belajar serius sekali dalam tempo satu malam saja. Pikirnya itu akan mengobati keidiotanya. Pikirnya satu malam itu cukup karena semasa sma dulu, si idiot ini gak pernah belajar tapi dapet nilai bagus. Paginya dia dengan pedenya mengikuti ujian. 100 menit berlalu ujian pun berakhir. Si idiot keluar dengan muka ceria, bahagia tapi tatapanya kosong. Dia berkumpul dengan teman2nya yang alhamdulillah gak idiot, cuman dikit idiotnya. Mereka tertawa terbahak2 selama kurang dari 10 menit. Kemudian hening.. wajah mereka berubah sedih, lusuh, jelek dan gak ganteng. Ternyata eh ternyata si idiot dkk gak bisa garap ujianya. Mereka menertawakan keidiotanya masing2. Hhahahahaa.. cuman 1 ato 2 soal saja yang diketahui si idiot itupun lupa cara garapnya. Dasar idiot. Setelah itu apa yang terjadi? Si idiot mulai berubah. Harapanya hanya ada di final. Dengan semangat 68 dia mulai mendapatkan sebuah target, hal yang selama ini ia lupakan. Akankah si idiot ini berhasil di ujian akhir? Ataukah dia akan menjadi idiot kubik? Tunggu saja di akhir january nanti. Idiot sedang berusaha. Dia telah berubah. Dia idiot… -bersambung-

Sepenggal cerita tersebut adalah murni karanganku sendiri, tapi banyak hal yang kita peroleh dari si idiot. Cerita tersebut juga menginspirasi diriku agar tidak ikut2an idiot. Apakah kalian juga mengalami hal yang sama dengan si idiot? Kalo aku sih… cuman 93,58 persen aja yang mirip. Hei kawan, marilah kita buat cita2 kita tercapai. Buat target hidup dan songsong masa depan.

Kau tahu kawan, kuliah di turki tu tak segampang di tanah air. banyak kendala yang kami hadapi dalam perjuangan studi kami di turki. Seseorang berkata begini dalam sebuah chat. “hikshiks.. aku dapet ip jelek. Mung 3,sekian. Aku sedih ki gara2 orang yang aku beri contekan dapat ip yang lebih tinggi dariku.. kejem tenan to dunia ini..” aku cuman jawab “oh” tapi dalam hati aku berkata.. “sik*ak tenan og. Ip 3 we masih bersedih ngunu. Lha kuliah disini dapet ip segitu tuh dewo tenan. Mung dapat 2,sekian we udah bersyukur banget.” Ironi.. dunia emang sudah gak waras. Jamane jaman idiot. Dalam pikirku berarti ada 2 kesimpulan. Aku yang idiot ato sistem pendidikan di indonesia ini sudah rusak sedangkan di turki menggila.. cobalah bertanya pada rumput yang bergoyang..

Kawan, cuman mau berbagi kendala yang aku pribadi hadapi sebagai mahasiswa yang kuliah di turki. Sebagai bahan pembelajaran saja dan mungkin sebagai pertimbangan untuk kawan yang berencana kuliah di luar negri. ini dia, cekidot!

1. karena aku idiot. Sudah jadi rahasia umum kalo aku ni punya otak pas2an. Dan tetep aja nekat kuliah di luar negri. Idiot kan?
2. rasa kangen rumah yang berlebihan. Seperti yang diketahui jarak dan waktu memisahkan diriku dari sanak saudara dan teman2. Yang mana semua itu membuat aku merindukan kalian.
3. kendala bahasa dan pergaulan. Susah bahasa turki ki..
4. dll

Yah semua itu adalah kendala utama dari jalan yang aku tempuh. Tapi semua itu tak jadi alasan buatku untuk tidak sukses. Guru smaku ndawuh “jangan cari alasan, berikan solusi”. Itulah yang sedang aku pikirkan saat ini. Alasan! Aku butuh alasan! Hehehhehee..

Wassalam..

 
Heru Prasetiyo ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates | Distributed by Blogger Styles | Credit Card Offers