URIPMU LE…
BY Heru Prasetiyo
Dear YOU-KNOW-WHO..
“Saat kulihat butiran salju turun dari langit
mengiringi pagiku; begitu indahnya, putih, bersih, cantik seperti dirimu yang
dulu memenuhi hariku. I miss u. Telah sekian lama ku tak jumpa dirimu, tidak
pula kudengar lirih suaramu. Hidup ini terasa hambar. Ingin rasanya kupeluk
dirimu ketika diriku kembali dari perjalanan panjang ini. Tak sabar kunanti
hari itu, hari dimana semua perasaan ini kan tercurah, terucapkannya semua isi
hati, Mboke” –thedreamer;23/12/12-
Salam! Yup sekian lama ku tak menyentuh blog
ini. Hahaha.. ingin rasanya kubagikan cerita pengalaman yang telah kulalui di
Turki dan sekitarnya. Banyak hal yang telah kulalui semasa hidupku; susah,
senang, hambar, konyol, idiot, dsb. Tentu saja semua perjuangan itu membuat
diriku makin kuat, bijaksana, dewasa, imut, ganteng, rajin menabung dan tidak
sombong tentunya. Cuman mau sharing aja; KULIAH ITU SUSAH…
…..Diceritakan seorang idiot kuliah di
universitas ternama di suatu negri antah berantah. Dengan modal nekat dan ilmu
pas2an si idiot berhasil mendapatkan jurusan yang diinginkan pilihan kedua
yaitu jurusan keidiotan. Si idiot dengan senangnya diterima, ia lupa akan
tugasnya sebagai mahasiswa, ngenet, belajar maksudnya. Tiap hari dia ngenet
pake wifi campus yang notabene gratis 15 jam. Dia juga malas2an masuk kelas,
atau kalo masukpun di dalam kelas cuman ngenet pake hape, bukak fb, twitty,
yutup dkk. Apa yang terjadi dengan si idiot??? Dia menjadi IDIOT kuadart… tapi
si idiot ini beruntung sekali, ternyata eh ternyata dia dapet beasiswa penuh
dan uang saku tiap bulan dari pemerintah yang gak terlalu idiot. Eman2 banget
ya. Haripun berlalu. Saatnya UTS 1 dan 2. Si idiot ini sangat antusias berharap
mendapatkan nilai yang bagus dia mulai belajar. Dia mulai belajar serius sekali
dalam tempo satu malam saja. Pikirnya itu akan mengobati keidiotanya. Pikirnya
satu malam itu cukup karena semasa sma dulu, si idiot ini gak pernah belajar
tapi dapet nilai bagus. Paginya dia dengan pedenya mengikuti ujian. 100 menit
berlalu ujian pun berakhir. Si idiot keluar dengan muka ceria, bahagia tapi
tatapanya kosong. Dia berkumpul dengan teman2nya yang alhamdulillah gak idiot,
cuman dikit idiotnya. Mereka tertawa terbahak2 selama kurang dari 10 menit.
Kemudian hening.. wajah mereka berubah sedih, lusuh, jelek dan gak ganteng.
Ternyata eh ternyata si idiot dkk gak bisa garap ujianya. Mereka menertawakan
keidiotanya masing2. Hhahahahaa.. cuman 1 ato 2 soal saja yang diketahui si
idiot itupun lupa cara garapnya. Dasar idiot. Setelah itu apa yang terjadi? Si
idiot mulai berubah. Harapanya hanya ada di final. Dengan semangat 68 dia mulai
mendapatkan sebuah target, hal yang selama ini ia lupakan. Akankah si idiot ini
berhasil di ujian akhir? Ataukah dia akan menjadi idiot kubik? Tunggu saja di
akhir january nanti. Idiot sedang berusaha. Dia telah berubah. Dia idiot…
-bersambung-
Sepenggal cerita tersebut adalah murni
karanganku sendiri, tapi banyak hal yang kita peroleh dari si idiot. Cerita
tersebut juga menginspirasi diriku agar tidak ikut2an idiot. Apakah kalian juga
mengalami hal yang sama dengan si idiot? Kalo aku sih… cuman 93,58 persen aja
yang mirip. Hei kawan, marilah kita buat cita2 kita tercapai. Buat target hidup
dan songsong masa depan.
Kau tahu kawan, kuliah di turki tu tak
segampang di tanah air. banyak kendala yang kami hadapi dalam perjuangan studi
kami di turki. Seseorang berkata begini dalam sebuah chat. “hikshiks.. aku
dapet ip jelek. Mung 3,sekian. Aku sedih ki gara2 orang yang aku beri contekan
dapat ip yang lebih tinggi dariku.. kejem tenan to dunia ini..” aku cuman jawab
“oh” tapi dalam hati aku berkata.. “sik*ak tenan og. Ip 3 we masih bersedih
ngunu. Lha kuliah disini dapet ip segitu tuh dewo tenan. Mung dapat 2,sekian we
udah bersyukur banget.” Ironi.. dunia emang sudah gak waras. Jamane jaman
idiot. Dalam pikirku berarti ada 2 kesimpulan. Aku yang idiot ato sistem
pendidikan di indonesia ini sudah rusak sedangkan di turki menggila.. cobalah
bertanya pada rumput yang bergoyang..
Kawan, cuman mau berbagi kendala yang aku
pribadi hadapi sebagai mahasiswa yang kuliah di turki. Sebagai bahan
pembelajaran saja dan mungkin sebagai pertimbangan untuk kawan yang berencana
kuliah di luar negri. ini dia, cekidot!
1. karena aku idiot. Sudah jadi rahasia umum
kalo aku ni punya otak pas2an. Dan tetep aja nekat kuliah di luar negri. Idiot
kan?
2. rasa kangen rumah yang berlebihan. Seperti
yang diketahui jarak dan waktu memisahkan diriku dari sanak saudara dan teman2.
Yang mana semua itu membuat aku merindukan kalian.
3. kendala bahasa dan pergaulan. Susah bahasa
turki ki..
4. dll
Yah semua itu adalah kendala utama dari jalan
yang aku tempuh. Tapi semua itu tak jadi alasan buatku untuk tidak sukses. Guru
smaku ndawuh “jangan cari alasan, berikan solusi”. Itulah yang sedang aku
pikirkan saat ini. Alasan! Aku butuh alasan! Hehehhehee..
Wassalam..