Thursday, September 1, 2011

cerpen ke-3 (memories)

Thursday, September 1, 2011
DI MALAM ITU…
By: Heru Prasetiyo

aku duduk di pojok masjid. memandang langit yang cerah. malam ini begitu dingin, bintang2 berkelip ramai sekali. aku memandang jauh. gelap! Malam ini pikiranku sedang kacau. Tidak tahu apa yang harus aku lakukan karena aku sudah terpojok. Tak ada kata yang terungkap. sunyi sekali malam ini.

***

entah aku harus bilang apa pada temenku yang satu ini. Marah iya.. seneng juga iya.. andahuddin yasuf, temanku satu kelas waktu di kelas 3 smp. Salah satu teman dekatku. Entah kesurupan jin apa sore itu aku diajak oleh andah pergi naik motor. Waktu itu aku belum mandi dan masih bau. Aku langsung aja ganti celana dan pakai jaket dclassic. Aku pamit sama ibuku dan kami berdua berangkat. Waktu dijalan andah berkata begini.. “ eh, hari ini aku mau bantu dekor, aku mau ajak kamu ke ponggol.. di sana banyak temen2 koq..”

langsung setres berat! satu kata yang terlintas di kepalaku… “sikak!(misuh)”

“premis pertama: jika ada ponggol maka ada entut”
“premis kedua: jika ada entut maka aku akan bertemu denganya”
“kesimpulan: mampus!”

Hahaha. aku hanya melongo! Aku mau turun gak bisa, kalau terus mampus. Gimana nih.. satu hal yang bisa aku lakukan Pasrah! Secara cepat kami nyampai di pintu gerbang ponggol. Rasanya aku mau lari pulang Tapi motor terlanjur masuk. Andah hanya tersenyum dan berkata..” eh entut ikut dekor lho..” “gakpapa.. santai aja..” aku mencoba untuk santai.. tenang. Tetep gak bisa!

Aku sampai di parkiran. Aku lihat orang datang. Aku mencoba “Cuek! Gak kenal!” Makin lama makin banyak. Setress! Ada satu temenku datang namanya habib. Bersyukur masih da yang bisa diajak ngobrol.. hahaa..

***

Tibatiba malem. Cepet banget!. Aku, andah dan habib udah di masjid. Setelah solat kami bertemu di library samping masjid. Aku belum lihat sosok entut. Tapi itu gak bertahan lama. Aku minta sama andah untuk ngumpet di perpust sampai acara selesai.

Entah berapa lama tiba2 ada suara ramai dari masjid.firasat buruk! Aku tetep ngumpet. aku denger suara cewek rame. Degdegan. “Yah.. nightmare become true..” datanglah sesosok “angel” dari pintu. Cahayanya bersinar menyilaukan. Hahaha.. lebay! Aku pura2 mati. Gak berhasil. Kabur gak bisa. Aku hanya bisa pasrah. Dia lalu mengajaku keluar dari tempat persembunyianku. Aku turuti aja. Kami duduk di pojok masjid. Wow! Ini moment terindah dalam hidupku..

Aku memandangnya. Deg. Aku memandangnya lagi. Deg. Alhamdulillah masih hidup. Aku mulai bercakap2 denganya. Masa lalu, sekolah, membicarakan guru, temen2 dan apa aja deh. Aku lupa. Gayanya unik. Pegang sapu. Hahhahaa.. dari kejauhan kudengar sayup sayup setan bersuara…” cieee.. ehm2.. hoek..” yah biarlah. Pikirku.

Malam itu aku merasa bahagia. Entah kenapa. Aku lihat senyumnya. Sesak napas. Haha.. pokoknya indah deh. Kami curhat kesana kemari. Ngobrol panjang lebar. Bercanda. Cekikikan. Seru. Aku langsung jadi gila.

Setelah beberapa lama aku pulang. Tidur.

Nb: aku gak mau membicarakan ini terlalu lama Karena aku gak mau dia bingung! Kalau baca tulisan ini, mungkin dia akan langsung datang kepadaku.. aku langsung diketak.. haha.. satu hal yang akan selalu kuingat.. senyumnya.. hehe..

Yah sekiranya itu saja yang bisa kuceritakan. Tapi sebenarnya ceritanya lebih panjang dan secara sengaja aku potong supaya gak ada sesuatu diantara kita. Karena aku sudah berkomitmen.
“aku pingin serius sekolah emoh pacaran ndisik.! Karena kita semua tahu bahwa pacaran dalam islam itu tidak ada! Yang ada langsung nikah.. so, hindarilah itu.. karena aku yakin semua itu gak ada gunanya,.. malah banyak mudhorotnya… haha..”

***

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Heru Prasetiyo ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates | Distributed by Blogger Styles | Credit Card Offers