Thursday, August 4, 2011

Cerpen Pertama (Tugas B. Indo) Bagian. 1

Thursday, August 4, 2011
AKU INGIN PULANG
Oleh: Heru Prasetiyo

Sejak lima menit yang lalu, aku duduk termenung menatap jauh keluar jendela. Sesuatu mengganggu kinerja otaku hari ini. Ilmu yang aku terima seakan menguap tiada artinya. Aku meletakan kepalaku diatas kedua tanganku. Aku sibuk dalam lamunanku. Seakan tidak ada sesuatu yang menarik untuk dilihat dan dilakukan. Aku kehilangan motivasiku untuk belajar.

Detik demi detik berlalu. Aku hanya menatap kosong lembaran soal yang ada dihadapanku. Lembar jawaban di kiri dan sebuah pensil 2B yang aku cengkram dengan kuat. Kulihat belum satu bulatan pun yang kuisi. Dengan malas aku membmembulatinya satu per satu. Kubuat pola yang menarik di lembar jawabku. Waktu berjalan cepat. Tak terasa bel berbunyi tanda pelajaran selesai. Dengan malas aku kumpulkan dengan jawaban sekenanya.

Aku bergerak keluar untuk menghirup udara segar untuk menghilangkan kepenatan di tubuh ini. Kulihat beberapa anak memainkan bola basket kesana kemari. Kulihat keceriaan dalam wajah mereka. Aku iri. Kenapa hanya aku dan segelintir orang tidak bersemangat hari ini. Mungkin karena aku rindu akan sesuatu. Aku rindu orang tuaku, teman kecilku, kampung halamanku, kebebasanku dan tentu saja sahabat dekatku.


“Hai, kobokan, kenapa kamu? Kok hari ini gak semangat banget kayaknya?” Temanku Putut mengagetkanku sehingga aku tersadar dari lamunanku.

“Oh, gak papa kok. Cuma kepikiran sesuatu.”
“Hmm.. mikirin Entut ya.”
“Ah, gak kok, apaan sih..”

Mukaku merah mendengar kata Entut. Yah, semua berprasangka buruk tentang hubunganku dengan Entut. Padahal aku merasa tidak ada yang istimewa, Cuma sebuah pertemanan biasa, tapi anak-anak menganggapnya lebih.


“Eh, gimana rencana kita untuk pulang ke rumah? Kata pengumuman sih, pulangnya seminggu lagi. Tapi kita bisa berusaha kok. Kita bisa minta kompensasi sama direktur asrama kita.”

Mendengar ucapan Putut aku mulai berpikir keras. Ada benarnya juga. Kita kan anak jauh, mungkin saja kita bisa mendapat kompensasi. Tapi ada sedikit kendala, kita sadar kalau kita gak punya nyali untuk berhadapan langsung dengan sang Direktur Asrama.

Bel kembali berbunyi. Semua anak masuk kedalam kelas masing-masimg. Aku masih melamun jauh. Tak kusadari suasana menjadi sunyi. Angin berhembus sepoi-sepoi. Tak kulihat lagi orang bermain basket. Kumelangkah dengan malas menuju bangku di pojok kelas dekat jendela. Sekarang pelajaran biologi. Lembar soal dan jawaban dibagikan. Yah, memang minggu ini merupakan minggu-minggu yang berat. Minggu ini dikhususkan untuk latihan mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. Jadi setiap kali pelajaran, pasti untuk mengerjakan soal-soal latihan.


“Tut, aku sudah bosan disini. Pulang yuk.”

“Gundulmu kuwi, kamu mau dikeluarkan dari sekolah ini? Mbok mikir.”
“Iya sih, tapi kalau dipikir sistem kayak gini kurang efektif. Kamu tahu kan. kita diberi soal untuk dikerjain tapi kita belum punya materi. Lha terus gimana coba? Kita kan Cuma bisa menggunakan intuisi kita untuk menjawab. Mentoknya kita gambling atau kalau gak ya jawab pilihan C semua. ini sudah gak efektif lagi.”
“Aku tahu, tapi kita bisa apa coba? Kamu mau ngamuk atau apa kek tetep aja gak akan berguna. Coba pikir, kita ini butuh ilmu. That’s why kita sekolah disini.”
“Tut, kamu gak mau pulang?”
“Pengen...”
Hening. Otaku berpikir keras. Kita harus berubah. Kita lakukan revolusi. Pikirku.
“Eh, Tut, punya ide gak?.. cara kita bisa pulang.”
“Kabur...”
“Huss. Mau mati kamu. Hmm, aku punya ide, gimana kalau kita demo, berorasi, ini negara bebas!”

Semangatku berapi-api. Aku seperti mendapatkan segelas air di tengah panasnya gurun sahara. Putut memandangiku dengan sikap tak percaya. Bengong. Apakah orang ini gila? Karena melihatku tersenyum sendiri sambil menerawang keluar jendela.


“Mikirin Entut ya?”

“Nggaaaak.....”

Aku menjerit. Semua mata tertuju padaku. Aku buang muka dan pasang wajah polos. Pelajaran atau lebih tepatnya penyiksaan dilanjutkan.


***

to be continued...

4 comments:

SanPus MiNaDa

crita yang bagus :)
mas bro kog namanya entut dan kobokan elik to...mending empek2 goreng aja mw gak?kan bagus tu :)

senang bs berkenalan denganmu mas bro :)

Heru Prasetiyo

oh... mbake..
saya bingung mau namain siapa..
yah.. kepikiran entut ma kobokan..
gua tulis aja..
hahaha..
met kenalan juga..

Halida Hasyati Aima

ehem ciee ciee,ihhirr kemeccerrr ;-)

Heru Prasetiyo

opo to da.. Haha.. Eh, koq tau blogku?
Padahal secret lo..opo to da.. Haha.. Eh, koq tau blogku?
Padahal secret lo..

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Heru Prasetiyo ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates | Distributed by Blogger Styles | Credit Card Offers